BKPI Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong
Kegiatan Mahasiswa 28 Juni 2026 · 2 menit baca

Belajar Memanusiakan Manusia, Mahasiswa BKPI UAS Gelar Studi Autentik di Padepokan Kalimosodo

JEMBER – Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Al-Falah As-Sunniyah (UAS) Kencong terus memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman melalui Studi Autentik Mata Kuliah Patologi Sosial. Setelah sebelumnya mengunjungi Yayasan Berkas Bersinar Abadi (YBBA) di...

BK bkpi-uas Disunting oleh bkpi-uas
Belajar Memanusiakan Manusia, Mahasiswa BKPI UAS Gelar Studi Autentik di Padepokan Kalimosodo
Belajar Memanusiakan Manusia, Mahasiswa BKPI UAS Gelar Studi Autentik di Padepokan Kalimosodo

JEMBER – Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Al-Falah As-Sunniyah (UAS) Kencong terus memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman melalui Studi Autentik Mata Kuliah Patologi Sosial. Setelah sebelumnya mengunjungi Yayasan Berkas Bersinar Abadi (YBBA) di Lamongan, kali ini kegiatan dilaksanakan di Padepokan Kalimosodo Dandan Rogo Jiwo, Dusun Sariono, Desa Sarimulyo, Kabupaten Jember, Rabu (10/6).

Kegiatan diikuti 11 peserta, terdiri atas 8 mahasiswa Semester IV BKPI dan 3 dosen pendamping, yakni M. Faisol Hakim, M.Pd.I., Dr. Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd., serta Puji Maulana, M.Pd., dengan koordinator mahasiswa Lukas Ferdinan Felba.

Ketua Prodi BKPI, M. Faisol Hakim, mengatakan bahwa studi autentik menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi calon konselor. Menurutnya, mahasiswa perlu melihat langsung realitas sosial agar mampu memahami persoalan kesehatan mental secara utuh, tidak hanya melalui teori di ruang kuliah.

Sementara itu, Dr. Akhmad Rudi Masrukhin menjelaskan bahwa kegiatan dirancang sebagai mini field research. Mahasiswa dibagi ke dalam tiga klaster kajian, yakni pemetaan faktor penyebab gangguan mental dan patologi sosial, model rehabilitasi, serta transformasi sosial pasien pascarehabilitasi.

“Kami ingin mahasiswa belajar melakukan observasi, wawancara, dokumentasi, hingga analisis ilmiah yang nantinya dapat dikembangkan menjadi laporan maupun artikel penelitian,” ujarnya.

Dosen BK, Puji Maulana, M.Pd., menambahkan bahwa pendekatan konseling multibudaya dan spiritual sangat penting dalam memahami latar belakang setiap pasien. Menurutnya, konselor perlu melihat pengalaman hidup seseorang secara komprehensif tanpa terburu-buru memberikan label.

Padepokan Kalimosodo yang diasuh Wawan Hariono saat ini mendampingi sekitar 30 pasien dengan berbagai latar belakang, mulai dari gangguan psikologis, penyalahgunaan narkotika, hingga persoalan keluarga. Mahasiswa berkesempatan berdialog dengan beberapa pasien dan mengamati langsung proses rehabilitasi yang dilakukan melalui pembiasaan aktivitas harian, pembinaan spiritual, konseling, interaksi sosial, serta penguatan kemandirian.

Salah satu temuan menarik adalah seorang pasien yang masih mampu melafalkan beberapa bait Nadzam Alfiyah Ibnu Malik, menunjukkan bahwa sebagian kemampuan kognitifnya tetap terjaga meskipun sedang menjalani rehabilitasi. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi mahasiswa bahwa kondisi kesehatan mental tidak dapat dipahami secara sederhana dan memerlukan asesmen profesional yang komprehensif.

Melalui studi autentik ini, mahasiswa BKPI tidak hanya belajar mengenai patologi sosial, tetapi juga memahami pentingnya menjaga martabat manusia dalam setiap proses pendampingan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga rehabilitasi sebagai bagian dari pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Pada akhirnya, menjadi konselor bukan sekadar menguasai teori, melainkan belajar memahami manusia dengan ilmu, empati, dan hati,” tutup Dr. Akhmad Rudi Masrukhin.

Bagikan berita ini